Resmi Beralih Pengelolaan, Rumah Singgah Pasien “Kita Bersama” Lanjutkan Pelayanan Kemanusiaan di Samarinda
SAMARINDA, Pengelolaan Rumah Singgah Pasien I-Care Kaltim resmi beralih kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) Zakat Kita Bersama dalam kegiatan serah terima dan peralihan pengelolaan yang dilaksanakan pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 09.15–11.00 WITA. Kegiatan berlangsung di Rumah Singgah Pasien, Jalan Ramania Dalam No. 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus I-Care Kaltim, Direktur LAZ Zakat Kita Bersama beserta jajarannya, perwakilan Yayasan Zakat Kita Bersama, serta perwakilan pasien dan pendamping yang tengah memanfaatkan layanan rumah singgah. Ketua dan bendahara I-Care Kaltim berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut.
Prosesi peralihan ditandai dengan penandatanganan sertifikat peralihan pengelolaan yang menandai dimulainya pengelolaan rumah singgah dengan nama Rumah Singgah Pasien “Kita Bersama” di bawah naungan LAZ Zakat Kita Bersama. Peralihan ini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan bagi pasien dan keluarga pendamping, khususnya masyarakat dari luar Samarinda yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan.
Dalam sambutannya, Direktur LAZ Zakat Kita Bersama, Fitra Ghozali A., A.Md., menyampaikan bahwa amanah untuk melanjutkan pengelolaan rumah singgah merupakan tanggung jawab besar. Menurutnya, rumah singgah tersebut telah beroperasi selama lebih dari lima tahun dan telah memberikan pelayanan kepada puluhan ribu pasien rumah sakit beserta pendampingnya.
“Dan saat ini Zakat Kita Bersama mendapatkan amanah dari teman-teman I-Care untuk mengelola rumah singgah. Ini juga amanah yang tidak mudah, karena sudah lebih dari lima tahun rumah singgah ini berjalan. Alhamdulillah, puluhan ribu pasien rumah sakit yang singgah di tempat ini telah terlayani dengan baik,” ungkap Fitra.
Ia berharap, setelah peralihan pengelolaan, Rumah Singgah Pasien “Kita Bersama” dapat terus melanjutkan berbagai kebaikan yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanannya.
“Mudah-mudahan ketika nanti beralih, rumah singgah ini menjadi Rumah Singgah Kita Bersama yang dikelola oleh Zakat Kita Bersama. Mudah-mudahan kebaikan ini terus bisa kami jalankan, dan apa yang sebelumnya sudah baik bisa menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Zeen selaku wakil manajemen I-Care Kaltim turut menyampaikan harapannya agar peralihan pengelolaan ini tidak menghentikan kontribusi dan semangat berbagi manfaat kepada masyarakat.
“Semoga tidak sampai di sini, kita tetap harus banyak memberikan manfaat,” ujar Zeen di hadapan jajaran pengurus I-Care Kaltim dan tim LAZ Zakat Kita Bersama.
Harapan tersebut menjadi pesan penting bahwa peralihan pengelolaan bukanlah akhir dari perjalanan pelayanan kemanusiaan, melainkan upaya untuk memastikan manfaat rumah singgah terus dirasakan oleh pasien dan keluarga yang membutuhkan.
Kesaksian Pasien: Rumah Singgah Sangat Membantu
Manfaat keberadaan rumah singgah dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga pendamping. Yuliana, istri sekaligus pendamping Robertus yang tengah menjalani pengobatan kanker nasofaring, mengungkapkan rasa syukur karena dapat tinggal di rumah singgah selama menjalani pengobatan di Samarinda. Keluarganya berasal dari Mahakam Ulu sehingga membutuhkan tempat tinggal sementara yang dekat dengan rumah sakit.
“Keberadaan rumah singgah ini sangat bermanfaat bagi kami yang jauh dari Mahakam Ulu. Rumah singgah ini sangat membantu dan luar biasa sekali. Saya juga mau mengucapkan terima kasih banyak kepada Bu Fia, pengurus harian rumah singgah, dan teman-teman yang lain yang sudah mau menerima kami di sini,” tutur Yuliana.
Kesaksian serupa disampaikan Serviana, pasien patah tulang yang berasal dari Kalimantan Utara (Kaltara). Ia mengungkapkan bahwa rumah singgah sangat membantu pasien dan keluarga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Menurut Serviana, lokasi rumah singgah yang dekat dengan rumah sakit memberikan kemudahan selama menjalani pengobatan. Selain itu, keberadaan fasilitas tersebut turut meringankan beban biaya yang harus ditanggung pasien dan pendamping.
Bagi pasien yang datang dari daerah jauh, rumah singgah bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan juga dukungan nyata agar mereka dapat lebih fokus menjalani pengobatan tanpa terbebani sepenuhnya oleh biaya akomodasi.
Melanjutkan Kebaikan, Memperluas Manfaat


Dalam proses peralihan ini, LAZ Zakat Kita Bersama akan menjalankan pengelolaan rumah singgah dengan masa transisi selama satu tahun. Periode tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari sistem operasional yang telah berjalan, melakukan penyesuaian, serta memperkuat tata kelola agar pelayanan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Selama masa transisi, pihak I-Care Kaltim juga diperkenankan menggunakan satu ruangan sembari mengupayakan tempat baru.
Melalui pengelolaan Rumah Singgah Pasien “Kita Bersama”, LAZ Zakat Kita

Bersama berkomitmen untuk melanjutkan pelayanan bagi pasien dan keluarga pendamping, khususnya masyarakat yang membutuhkan dukungan selama menjalani pengobatan di Samarinda.
Peralihan ini bukan sekadar pergantian pengelola, tetapi juga bentuk keberlanjutan amanah dan kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan, rumah singgah diharapkan terus menjadi tempat bernaung, menghadirkan kenyamanan, serta memberikan harapan bagi pasien dan keluarga yang tengah berjuang untuk kesembuhan.




